Malam itu saya masih merapihkan file-file di notebook saya yang mulai tidak tertata. Setelah sebelumnya saya menyusun target tahunan memasuki tahun baru. Saya keasyikan sampai akhirnya mendengar di luar rumah ada ribut-ribut. Itu suara petasan dan kembang api. Saya
lihat jam dinding, ternyata jam 00.00 persis. Saya ke luar, ke teras rumah, dan saya saksikan langit yang agak mendung itu penuh dengan kembang api. Nyala kembang api di Ancol cukup jelas terlihat dari rumah saya dibilangan Jakarta Pusat. Hari ini, saya baca di Media Indonesia, perayaan tahun baru kali ini di Jakarta adalah yang teramai dan teraman.
1 Januari 2007 jam 00.15. Saya baru saja beranjak mau tidur saat SMS dari teman saya muncul. Dia tulis : “New Year, New Vision, New Spirit, New Hope, New n Fresh !! All in NEW must be BETTER, do the BEST & Happy NEW Year 2007″.
Banyak orang menaruh harapan indah dengan bergantinya tahun. Datangnya tahun baru memberikan harapan baru. Rencana-rencana pun disusun untuk dicapai pada tahun ini. Mulai dari rencana yang terkait dengan pribadi, keluarga
maupun karir dan hubungan sosial.
Saya pun begitu. Malam itu saya juga menyusun target tahunan yang harus saya usahakan. Begitu bersemangat, sampai-sampai tidak terasa sudah hampir tengah malam. Begitu optimis, seakan semua target itu sudah di depan mata untuk segera
digapai.
Namun begitu, buat saya, tahun baru juga berarti berkurangnya jatah umur saya setahun. Entah kapan Allah SWT akan memanggil saya. Itu rahasia yang Allah SWT saja yang tahu. Sikap ingat umur seperti ini, saya rasa perlu untuk menyeimbangkan obsesi duniawi saya yang mendominasi rencana kerja tahunan saya. Dengan begitu, target juga diarahkan kepada perbaikan kualitas spiritual kita.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized